Minggu, 30 Mei 2010

Ajari Aku Cinta (Dalam Setahun Memori/ Juni 2009 Dalam Balut Cinta)

Ajari Aku cinta
Cinta yang sesungguhnya
Bukan karena hasrat sesaat
Atau kebutaan norma
Namun cinta yang kesatria

Ajari aku cinta
Cinta yang hakiki
Yang terlahir dari lubuk hati
dan budi yang sejati
Meski tak kumiliki

Ajari aku cinta
Cinta yang sesungguhnya
Cinta yang hakiki, dalam jalinan hati
Bersamanya...
Karena aku, cinta dia

Rabu, 26 Mei 2010

Tak Tahu Mengapa

Tak tahu mengapa
Sulit melupakan
Padahal panjang sudah perjalanan terlewatkan
Tak tahu mengapa...

Tak tahu mengapa
Berat hati melepaskan
Ingin merengkuh pujaan dalam dekapan

(Entah kapan???)

Tak tahu mengapa
Meski tak terbalas yang kuucap
Namun berat hati melupakan

(Adakah pengharapan???)

Cinta ini semu nyatanya
Namun tetap mencoba bertahan
Cinta ini kamu tujunya
Namun setahun tak ada jawaban

Tak tahu aku
Tak tahu sikapku
Tapi cinta berbalut harapan
Walau tak tampak secelah kepastian

Minggu, 23 Mei 2010

Elegi

Detik dan detik berlalu
Waktu demi waktu
dan kini tersadar sejenak
Dan terpikir saja
Bahwa angan semu lah semuanya

Detik dan detik berlalu
Waktu demi waktu
Yang terngiang hanya engkau
dalam lamunan yang tak henti mengganggu
Mengharap sebuah angan semu
Yang tak bisa kutuju kepadaku

Hidupku
Lusuh memikirkanmu
Detik demi detik
Waktu demi waktu

Setahun tlah berlalu
Lamunan tlah menggebu
Namun harus kuputuskan
Bahwa hati terlampau lugu bila mengharapkanmu
Yang belum tentu memikirkanku
Bahkan seperti acuhkan hadirku

Setahun tlah berlalu
Tanpamu
Tanpa hangat itu
Namun harus kuputuskan
Akan kukubur cintaku dalam-dalam
dan biarkan hidup berjalan tanpa cinta
Karena jujur kukata
Hanya engkau wanita yang kucinta

Jumat, 21 Mei 2010

Ketika (Sebelum Nestapa)

Derainya alunkan tanya
Dan bagai aliran bergelombang hati dibuatnya
Dia satu-satunya cinta
Yang semakin hilang tertutup waktu

Akulah yang mencintai
Sang wanita terindah yang mengisi relung hati
Yang tatapnya hadirkan tawa
Hadirnya sejukkan jiwa

Inilah aku
dan cintaku
Yang tak melebur karena waktu
Inilah cintaku yang bersahaja
Yang merasuk seluruh sukma

Aku mencintai
dan tetap mencintai
Hingga waktu berganti
Bahkan sampai aku mati

Rabu, 19 Mei 2010

Direlung Hatiku Masih Terukir Namamu

Direlung hatiku masih terukir namamu
Walau kau tak pernah tahu
Disudut hatiku masih tertulis namamu
Walau engkau tak cinta aku
Di benakku hanya ada kamu
Dalam dekap cinta untukmu
Direlung sukmaku tersimpan bayangmu
Yang tak lekang oleh waktu
Karena aku, cintaku, hingga akhir waktu

Minggu, 16 Mei 2010

Setahun Membekas (26 Juni 2009)

Hari ini tak ada jawaban yang kutemui
Masih saja seperti dulu
Seperti hari-hari lalu
Hanya nestapa
Dan kenangan cinta yang masih membekas
Luka dan nanar dihati ini

Dulu luka...
dan kini tetap luka yang kau toreh
Namun tak secuil niatanku tuk membenci
Tak ada niatan membenci atas apa yang memang kau pilih
Kuanggap ini suratan, walau perih nyatanya

Sungguh bayangmu dihati
Tak terlepas
Masih dalam ikatan batinku
Walau kita tak mungkin bersama

Ini hatiku
Masih seperti dulu
Masih saja seperti hari-hari lalu
Yang melukiskan kamu
Pada relung-relung kosong
Meski kau tak mungkin kumiliki

Kamis, 13 Mei 2010

Setahun dalam Balutan Rindu

Kadang terpikir, apa salah?
Kadang terpikir, kenapa harus mengalah?
dan kadang terpikir, kenapa harus begini?

Kadang tersirat ingin melupakan
Kadang terngiang ingin menjauh
bahkan kadang terpikir haruskah membenci

Sulit....
Sulit....
Bahkan terlampau sulit

Aku dan hidupku
Dalam roda-roda masa lalu
Berdiri dalam semu harapku

Aku....
Aku....
Aku yang terlalu mencintai

Bodohkah ini?
Salahkah hati?

Kadang doa yang meneduhi
Namun lamunan kembali
mencaci diri
dan tak bisa kuakhiri
Tidakkah kau mengerti?

Kamu....
Kamu....
Cuma kamu yang kumau

Bunga yang pergi
Rabalah hati
Hati yang tak pantas mengisi relungmu yang mewangi

Bunga yang pergi
Sudikah kemari
Rindu ini tak terperi

Rabu, 12 Mei 2010

Cerita Dalam Setahun Rindu

Setidaknya semua tlah kuungkap
Walau sakit akhirnya
Tapi
Ini kemenangan adanya

Setidaknya tlah terjawab tanya
Tak perlu kusesali
karena kata tidak takkan berubah arti

Setidaknya kulihat tawamu sekarang
dari pada rengkuhmu dalam linangan
Yang binar berkaca
Pada jelaga lara
Yang terpampang di panggung ragamu itu

Setidaknya
Lebih baik ini yang kurasa
walau tak bisa merengkuhmu
Tak bisa disisimu

Penelusuran Blog/ Website