Ajari Aku cinta
Cinta yang sesungguhnya
Bukan karena hasrat sesaat
Atau kebutaan norma
Namun cinta yang kesatria
Ajari aku cinta
Cinta yang hakiki
Yang terlahir dari lubuk hati
dan budi yang sejati
Meski tak kumiliki
Ajari aku cinta
Cinta yang sesungguhnya
Cinta yang hakiki, dalam jalinan hati
Bersamanya...
Karena aku, cinta dia
Minggu, 30 Mei 2010
Rabu, 26 Mei 2010
Tak tahu mengapa
Sulit melupakan
Padahal panjang sudah perjalanan terlewatkan
Tak tahu mengapa...
Tak tahu mengapa
Berat hati melepaskan
Ingin merengkuh pujaan dalam dekapan
(Entah kapan???)
Tak tahu mengapa
Meski tak terbalas yang kuucap
Namun berat hati melupakan
(Adakah pengharapan???)
Cinta ini semu nyatanya
Namun tetap mencoba bertahan
Cinta ini kamu tujunya
Namun setahun tak ada jawaban
Tak tahu aku
Tak tahu sikapku
Tapi cinta berbalut harapan
Walau tak tampak secelah kepastian
Sulit melupakan
Padahal panjang sudah perjalanan terlewatkan
Tak tahu mengapa...
Tak tahu mengapa
Berat hati melepaskan
Ingin merengkuh pujaan dalam dekapan
(Entah kapan???)
Tak tahu mengapa
Meski tak terbalas yang kuucap
Namun berat hati melupakan
(Adakah pengharapan???)
Cinta ini semu nyatanya
Namun tetap mencoba bertahan
Cinta ini kamu tujunya
Namun setahun tak ada jawaban
Tak tahu aku
Tak tahu sikapku
Tapi cinta berbalut harapan
Walau tak tampak secelah kepastian
Minggu, 23 Mei 2010
Detik dan detik berlalu
Waktu demi waktu
dan kini tersadar sejenak
Dan terpikir saja
Bahwa angan semu lah semuanya
Detik dan detik berlalu
Waktu demi waktu
Yang terngiang hanya engkau
dalam lamunan yang tak henti mengganggu
Mengharap sebuah angan semu
Yang tak bisa kutuju kepadaku
Hidupku
Lusuh memikirkanmu
Detik demi detik
Waktu demi waktu
Setahun tlah berlalu
Lamunan tlah menggebu
Namun harus kuputuskan
Bahwa hati terlampau lugu bila mengharapkanmu
Yang belum tentu memikirkanku
Bahkan seperti acuhkan hadirku
Setahun tlah berlalu
Tanpamu
Tanpa hangat itu
Namun harus kuputuskan
Akan kukubur cintaku dalam-dalam
dan biarkan hidup berjalan tanpa cinta
Karena jujur kukata
Hanya engkau wanita yang kucinta
Waktu demi waktu
dan kini tersadar sejenak
Dan terpikir saja
Bahwa angan semu lah semuanya
Detik dan detik berlalu
Waktu demi waktu
Yang terngiang hanya engkau
dalam lamunan yang tak henti mengganggu
Mengharap sebuah angan semu
Yang tak bisa kutuju kepadaku
Hidupku
Lusuh memikirkanmu
Detik demi detik
Waktu demi waktu
Setahun tlah berlalu
Lamunan tlah menggebu
Namun harus kuputuskan
Bahwa hati terlampau lugu bila mengharapkanmu
Yang belum tentu memikirkanku
Bahkan seperti acuhkan hadirku
Setahun tlah berlalu
Tanpamu
Tanpa hangat itu
Namun harus kuputuskan
Akan kukubur cintaku dalam-dalam
dan biarkan hidup berjalan tanpa cinta
Karena jujur kukata
Hanya engkau wanita yang kucinta
Jumat, 21 Mei 2010
Derainya alunkan tanya
Dan bagai aliran bergelombang hati dibuatnya
Dia satu-satunya cinta
Yang semakin hilang tertutup waktu
Akulah yang mencintai
Sang wanita terindah yang mengisi relung hati
Yang tatapnya hadirkan tawa
Hadirnya sejukkan jiwa
Inilah aku
dan cintaku
Yang tak melebur karena waktu
Inilah cintaku yang bersahaja
Yang merasuk seluruh sukma
Aku mencintai
dan tetap mencintai
Hingga waktu berganti
Bahkan sampai aku mati
Dan bagai aliran bergelombang hati dibuatnya
Dia satu-satunya cinta
Yang semakin hilang tertutup waktu
Akulah yang mencintai
Sang wanita terindah yang mengisi relung hati
Yang tatapnya hadirkan tawa
Hadirnya sejukkan jiwa
Inilah aku
dan cintaku
Yang tak melebur karena waktu
Inilah cintaku yang bersahaja
Yang merasuk seluruh sukma
Aku mencintai
dan tetap mencintai
Hingga waktu berganti
Bahkan sampai aku mati
Rabu, 19 Mei 2010
Minggu, 16 Mei 2010
Hari ini tak ada jawaban yang kutemui
Masih saja seperti dulu
Seperti hari-hari lalu
Hanya nestapa
Dan kenangan cinta yang masih membekas
Luka dan nanar dihati ini
Dulu luka...
dan kini tetap luka yang kau toreh
Namun tak secuil niatanku tuk membenci
Tak ada niatan membenci atas apa yang memang kau pilih
Kuanggap ini suratan, walau perih nyatanya
Sungguh bayangmu dihati
Tak terlepas
Masih dalam ikatan batinku
Walau kita tak mungkin bersama
Ini hatiku
Masih seperti dulu
Masih saja seperti hari-hari lalu
Yang melukiskan kamu
Pada relung-relung kosong
Meski kau tak mungkin kumiliki
Masih saja seperti dulu
Seperti hari-hari lalu
Hanya nestapa
Dan kenangan cinta yang masih membekas
Luka dan nanar dihati ini
Dulu luka...
dan kini tetap luka yang kau toreh
Namun tak secuil niatanku tuk membenci
Tak ada niatan membenci atas apa yang memang kau pilih
Kuanggap ini suratan, walau perih nyatanya
Sungguh bayangmu dihati
Tak terlepas
Masih dalam ikatan batinku
Walau kita tak mungkin bersama
Ini hatiku
Masih seperti dulu
Masih saja seperti hari-hari lalu
Yang melukiskan kamu
Pada relung-relung kosong
Meski kau tak mungkin kumiliki
Kamis, 13 Mei 2010
Kadang terpikir, apa salah?
Kadang terpikir, kenapa harus mengalah?
dan kadang terpikir, kenapa harus begini?
Kadang tersirat ingin melupakan
Kadang terngiang ingin menjauh
bahkan kadang terpikir haruskah membenci
Sulit....
Sulit....
Bahkan terlampau sulit
Aku dan hidupku
Dalam roda-roda masa lalu
Berdiri dalam semu harapku
Aku....
Aku....
Aku yang terlalu mencintai
Bodohkah ini?
Salahkah hati?
Kadang doa yang meneduhi
Namun lamunan kembali
mencaci diri
dan tak bisa kuakhiri
Tidakkah kau mengerti?
Kamu....
Kamu....
Cuma kamu yang kumau
Bunga yang pergi
Rabalah hati
Hati yang tak pantas mengisi relungmu yang mewangi
Bunga yang pergi
Sudikah kemari
Rindu ini tak terperi
Kadang terpikir, kenapa harus mengalah?
dan kadang terpikir, kenapa harus begini?
Kadang tersirat ingin melupakan
Kadang terngiang ingin menjauh
bahkan kadang terpikir haruskah membenci
Sulit....
Sulit....
Bahkan terlampau sulit
Aku dan hidupku
Dalam roda-roda masa lalu
Berdiri dalam semu harapku
Aku....
Aku....
Aku yang terlalu mencintai
Bodohkah ini?
Salahkah hati?
Kadang doa yang meneduhi
Namun lamunan kembali
mencaci diri
dan tak bisa kuakhiri
Tidakkah kau mengerti?
Kamu....
Kamu....
Cuma kamu yang kumau
Bunga yang pergi
Rabalah hati
Hati yang tak pantas mengisi relungmu yang mewangi
Bunga yang pergi
Sudikah kemari
Rindu ini tak terperi
Rabu, 12 Mei 2010
Setidaknya semua tlah kuungkap
Walau sakit akhirnya
Tapi
Ini kemenangan adanya
Setidaknya tlah terjawab tanya
Tak perlu kusesali
karena kata tidak takkan berubah arti
Setidaknya kulihat tawamu sekarang
dari pada rengkuhmu dalam linangan
Yang binar berkaca
Pada jelaga lara
Yang terpampang di panggung ragamu itu
Setidaknya
Lebih baik ini yang kurasa
walau tak bisa merengkuhmu
Tak bisa disisimu
Walau sakit akhirnya
Tapi
Ini kemenangan adanya
Setidaknya tlah terjawab tanya
Tak perlu kusesali
karena kata tidak takkan berubah arti
Setidaknya kulihat tawamu sekarang
dari pada rengkuhmu dalam linangan
Yang binar berkaca
Pada jelaga lara
Yang terpampang di panggung ragamu itu
Setidaknya
Lebih baik ini yang kurasa
walau tak bisa merengkuhmu
Tak bisa disisimu
Langganan:
Postingan (Atom)