Minggu, 23 Mei 2010

Elegi

Detik dan detik berlalu
Waktu demi waktu
dan kini tersadar sejenak
Dan terpikir saja
Bahwa angan semu lah semuanya

Detik dan detik berlalu
Waktu demi waktu
Yang terngiang hanya engkau
dalam lamunan yang tak henti mengganggu
Mengharap sebuah angan semu
Yang tak bisa kutuju kepadaku

Hidupku
Lusuh memikirkanmu
Detik demi detik
Waktu demi waktu

Setahun tlah berlalu
Lamunan tlah menggebu
Namun harus kuputuskan
Bahwa hati terlampau lugu bila mengharapkanmu
Yang belum tentu memikirkanku
Bahkan seperti acuhkan hadirku

Setahun tlah berlalu
Tanpamu
Tanpa hangat itu
Namun harus kuputuskan
Akan kukubur cintaku dalam-dalam
dan biarkan hidup berjalan tanpa cinta
Karena jujur kukata
Hanya engkau wanita yang kucinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penelusuran Blog/ Website